Ketika Big Data dan Kecerdasan Buatan Saling Melengkapi

Masalah terkait Big Data jumlahnya sangat banyak. Menurut analitik, data tumbuh pada tingkat yang hampir eksponensial. Angka ini tidak mengejutkan, terutama jika Anda mempertimbangkan ledakan data yang dihasilkan oleh mesin.

Menurut IBM, data yang tersimpan akan tumbuh menjadi 44ZB pada akhir tahun 2020, dan orang-orang di seluruh dunia menghasilkan 2,5 triliun byte data secara teratur.

Dibutuhkan terlalu banyak orang untuk memeriksa data yang dihasilkan oleh bisnis, individu, dan mesin, yang sama sekali tidak layak secara ekonomi.

Di sinilah Big Data dan Artificial Intelligence berperan. Satu-satunya cara untuk beroperasi secara efektif dengan Big Data adalah mengelola volume data yang sangat besar ini menggunakan algoritme perangkat lunak AI. Oleh karena itu Big Data dan AI akan saling menguntungkan.

Kedua teknologi modern ini (Big Data dan AI) telah membentuk duo yang menakjubkan melalui pembelajaran mesin untuk menghadirkan proses komputasi pada dimensi yang sama sekali baru dengan memanfaatkan proses pengulangan data berkelanjutan dengan partisipasi manusia yang minimal.

Berikut adalah beberapa contoh di mana Big Data dan Kecerdasan Buatan saling melengkapi satu sama lain.

Data besar dan AI bekerja sama dalam meramal masa depan

Di masa lalu, individu menganalisis data untuk mencari tahu apa yang terjadi. Namun, dengan memanfaatkan Big Data dan AI, sekarang dimungkinkan untuk mengantisipasi masa depan dan memahami apa yang akan terjadi.

AI kini memandu keputusan Big Data untuk membuat analisis prediksi yang lebih mendetail dengan menerapkan analisis prediktif. Secara historis, keputusan big data didasarkan pada titik data historis dan yang ada, menghasilkan ROI linier.

Big data dan AI dapat membantu bisnis untuk meningkatkan produktivitas

Dengan total data yang sangat besar untuk diproses, membuat algoritme artificial intelligent kini mampu mereproduksi perilaku tertentu dalam mesin atau program komputer yang sebelumnya tidak mungkin.

Dengan penerapan AI dan Machine Learning, analitik data menjadi lebih mudah. Teknologi ini membantu perusahaan dalam menganalisis data dengan lebih efisien dan mudah daripada yang dilakukan orang-orang mereka.

Namun, penting untuk dicatat bahwa AI tidak menarik kesimpulan seperti yang dilakukan manusia, melainkan belajar melalui coba-coba, yang mengharuskan penggunaan Big Data untuk meningkatkan akurasi dan presisi pemrosesan data mereka.

Big data dan AI dapat bekerja sama untuk meningkatkan akurasi dengan pembersihan data

Nilai data diukur dari konsistensi dan kualitasnya. Jika data Anda berkualitas rendah, nilainya sangat kecil untuk analitik Big Data dan AI karena wawasan yang dihasilkannya tidak dapat dipercaya.

Untungnya, machine learning dan kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk membersihkan Big Data. Menurut Ness Digital Engineering, rahasia keberhasilan proyek machine learning adalah waktu yang dihabiskan untuk membersihkan dan menyiapkan data menyumbang sekitar 80% dari total aktivitas proyek.

Program AI dapat menemukan outlier dan angka yang hilang, serta menemukan duplikasi rekaman dan menormalkan data ke bahasa standar.

Sekarang terbukti bahwa kombinasi Big Data service dan AI memiliki potensi besar untuk merevolusi cara perusahaan beroperasi di era ekonomi digital ini. Ketika Big Data Indonesia dan AI berkolaborasi, bisnis akan dapat menilai kebutuhan konsumen mereka dengan lebih baik dan memberikan respons terbaik yang tersedia.

Selanjutnya, penggunaan teknologi ini dapat membantu perusahaan dalam memahami harapan klien dalam periode tercepat yang memungkinkan, bahkan secara real-time jika memungkinkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *